Bagaimana Radioaktivitas dan Duka Membentuk Dapur Iblis Neraka

9

Dimulai dengan truk. Itu klise, tentu saja, tetapi mekanismenya cukup spesifik sehingga menyakitkan. Matt Murdock sudah condong ke pola dasar yang kutu buku dan bersuara lembut sebelum dia melangkah keluar dari tepi jalan. Dia mencoba menyelamatkan seorang pria. Hanya pejalan kaki acak. Dia mendorongnya keluar dari jalur kendaraan yang melaju kencang. Naluri yang bagus. Bahkan heroik. Tapi harga refleks itu mahal.

Dia jatuh. Ke dalam tong. Limbah radioaktif. Beberapa barel. Siapa yang tahu dari mana asalnya? Tidak masalah. Kimia di dalamnya menghilangkan penglihatannya. Rupanya, hal ini juga memperbaiki otaknya. Atau sistem sarafnya. Atau apa pun sebutan logika buku komik. Tiba-tiba, dia tidak dapat melihat apa pun. Tapi dia bisa mendengar detak jantungnya dari jarak tiga blok. Dia bisa mencium bau keringat di baju orang asing. Dia bisa merasakan tekanan udara bergeser sebelum pukulan dilancarkan.

Ini bukan sekedar kecacatan. Ini adalah pemandangan yang berbeda.

Kemudian tibalah bagian yang sulit. Pelatihan. Matt tidak menerima begitu saja kebutaannya. Dia mempersenjatainya. Ia mendorong tubuhnya hingga patah, lalu mendorongnya lagi. Dia belajar menavigasi dunia melalui suara, melalui getaran, melalui perubahan halus dalam lingkungan yang akan membutakan orang normal. Dia menjadi mesin yang dibangun untuk dunia yang tidak bisa lagi dilihatnya, hanya bisa dirasakan.

Dan kemudian, ayahnya meninggal.

Frank Murdock. Seorang petinju. Seorang pria yang mencoba mengusir orang-orang jahat dengan tinjunya karena sistemnya terlalu rusak untuk membantu. Saat dia pergi, anak itu menghilang. Pria muda dengan indra tinggi dan patah hati mengenakan setelan jas. Bukan sembarang setelan. Yang merah. Dirancang untuk mengintimidasi. Dirancang untuk dilihat, atau lebih tepatnya, dirasakan.

Dia bukan lagi Matt Murdock. Dia Pemberani. Pria tanpa rasa takut. Pria yang bisa mendengar detak jantung Anda berdebar kencang saat dia berdiri di belakang Anda. Kecelakaan itu memberinya kekuatan. Kesedihan memberinya misi.

Tapi berapa banyak dari manusia yang tersisa di bawah tanduk dan kulitnya? Apakah kemarahan tersebut memicu keadilan, atau hanya membuat pukulannya semakin sulit? Anda dapat mendengar rasa sakit di setiap langkah. Itu keras.