Tabrakan Asteroid Membentuk Sisi Tersembunyi Bulan

13

Tabrakan asteroid kuno secara drastis mengubah bentuk Bulan, menciptakan sisi dekat dan jauh yang berbeda, menurut analisis baru terhadap sampel yang dikembalikan oleh misi Chang’e 6 Tiongkok. Penemuan ini berpusat pada rasio isotop kalium yang tidak biasa yang ditemukan pada batuan bulan di Cekungan Kutub Selatan – Aitken yang sangat besar, memperkuat teori bahwa dampak ini bertanggung jawab atas fitur asimetris Bulan.

Dua Wajah Bulan

Bulan menampilkan kontras yang mencolok antara sisi dekatnya, yang menghadap Bumi dan ditutupi dataran vulkanik gelap yang disebut maria, dan sisi jauhnya, yang sebagian besar masih tandus. Asimetri ini telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Cekungan Kutub Selatan–Aitken, sebuah kawah kolosal selebar 2.500 kilometer, mendominasi sisi terjauh dan merupakan salah satu fitur tumbukan terbesar di tata surya, yang berumur 4,2 hingga 4,3 miliar tahun.

Penemuan Chang’e 6

Misi Chang’e 6 Tiongkok, yang mendarat di kawah Apollo di dalam Cekungan pada bulan Juni 2024, mengambil sampel yang mengungkapkan proporsi isotop kalium yang lebih berat, yaitu kalium-41, dibandingkan dengan kalium-39. Temuan ini bukan disebabkan oleh radiasi kosmik, pencairan, pendinginan, atau kontaminasi meteor. Tim di Institut Geologi dan Geofisika di Beijing menyimpulkan bahwa rasio isotop merupakan konsekuensi langsung dari peristiwa tumbukan tersebut.

Bagaimana Dampaknya Mengubah Bulan

Panas dan tekanan luar biasa yang dihasilkan oleh tabrakan asteroid menguapkan banyak unsur yang mudah menguap, termasuk kalium. Isotop yang lebih ringan, seperti potasium-39, lebih mudah hilang ke luar angkasa, meninggalkan konsentrasi potasium-41 yang lebih tinggi. Proses ini juga menjelaskan mengapa sisi jauh memiliki lebih sedikit air di mantelnya, seperti yang diamati sebelumnya oleh Chang’e 6.

Pengurangan unsur-unsur yang mudah menguap menekan pembentukan magma, sangat membatasi aktivitas vulkanik di sisi jauh dan menjelaskan kelangkaan maria. Temuan ini menegaskan seberapa dalam dampak asteroid dapat mengubah interior planet dan menggarisbawahi kegunaan rasio isotop dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu.

Sisi jauh Bulan bukan sekadar keanehan geologis; ini adalah rekaman langsung dari tabrakan dahsyat yang membentuk kembali seluruh benda angkasa. Penemuan ini memberikan wawasan penting mengenai sejarah awal tata surya dan kekuatan yang membentuk bentang alamnya.