Tentara Romawi Melawan Parasit Usus di Tembok Hadrian

9

Tentara Romawi yang ditempatkan di Tembok Hadrian di Inggris tidak hanya memerangi orang-orang barbar – mereka juga memerangi musuh-musuh mikroskopis yang ada di dalam diri mereka sendiri. Penelitian baru mengkonfirmasi penyebaran infeksi parasit usus di benteng Vindolanda, mengungkap kenyataan pahit kehidupan di perbatasan Romawi.

Sistem Saluran Pembuangan Tercanggih Tidak Menjamin Kesehatan Usus

Meskipun memiliki sistem saluran pembuangan yang canggih pada masanya, tentara di Vindolanda sering menderita diare dan sakit perut. Analisis arkeologi terhadap tanah dari jamban benteng pada abad ketiga menemukan telur dari setidaknya tiga jenis parasit usus: cacing gelang (Ascaris sp.), cacing cambuk (Trichuris sp.), dan Giardia duodenalis. Ini bukan kasus yang terisolasi; prevalensi organisme ini menunjukkan meluasnya kontaminasi tinja pada sumber makanan dan air.

Situs Vindolanda: Jendela Unik ke Masa Lalu

Vindolanda, yang terletak tepat di sebelah selatan Tembok Hadrian, menawarkan gambaran sekilas kehidupan Romawi yang sangat langka. Lumpurnya yang bebas oksigen telah mengawetkan bahan-bahan organik selama ribuan tahun, termasuk tablet tulis, barang-barang kulit, dan bahkan serangga. Pelestarian unik ini memungkinkan para peneliti untuk mengekstrak dan menganalisis sampel tanah dari saluran pembuangan jamban, sehingga mengungkap bukti adanya parasit.

Infeksi Parasit: Umum namun Melemahkan

Penemuan Giardia sangat penting karena merupakan bukti pertama adanya parasit ini di Inggris Romawi. Meskipun cacing cambuk dan cacing gelang sebelumnya diketahui ada, Giardia menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius, menyebabkan diare parah, dehidrasi, dan potensi komplikasi jangka panjang seperti sindrom iritasi usus besar, radang sendi, dan bahkan masalah neurologis.

Kehadiran parasit ini bukan hanya gangguan; penyakit ini kemungkinan besar berkontribusi terhadap penyakit kronis, terhambatnya pertumbuhan anak-anak, dan berkurangnya perkembangan kognitif. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa banyak keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak, tinggal di Vindolanda bersama para tentara, sehingga membuat mereka rentan terhadap infeksi ini.

Masalah yang Meluas di Seluruh Kekaisaran

Masalah gastrointestinal yang disebabkan oleh parasit kemungkinan besar umum terjadi di seluruh Kekaisaran Romawi, namun penelitian ini memberikan bukti langsung mengenai dampaknya terhadap wilayah tertentu. Meskipun proporsi pasti orang yang terinfeksi masih belum diketahui, para ahli memperkirakan bahwa antara 10% dan 40% populasi di zaman Romawi menderita cacingan.

Studi baru ini menyoroti tantangan kesehatan sehari-hari yang dihadapi oleh tentara Romawi dan warga sipil, dan menggarisbawahi bahwa infrastruktur canggih sekalipun tidak dapat sepenuhnya melindungi mereka dari kenyataan pahit kehidupan kuno. Temuan-temuan ini mengingatkan kita bahwa sanitasi dan kesehatan masyarakat merupakan permasalahan yang terus-menerus terjadi, bahkan di negara yang sangat terorganisir sekalipun.