Nebra Sky Disc: Peta Bintang Berusia 3.800 Tahun

14

Nebra Sky Disc, yang digali di Jerman pada tahun 1999, merupakan penggambaran konkret fenomena astronomi tertua di dunia. Berusia sekitar 3.800 tahun – berabad-abad sebelum peta bintang Mesir – piringan perunggu ini menawarkan gambaran unik tentang pemahaman kosmologis orang Eropa pada Zaman Perunggu. Kisah mengenai cakram ini rumit, dimulai dengan penggalian ilegal yang dilakukan oleh pendeteksi logam dan kemudian dilakukan pemulihan oleh pihak berwenang, sehingga studi ilmiah mengenai cakram ini menjadi mendesak sekaligus menantang.

Penemuan dan Otentikasi

Cakram dengan berat sekitar 4 kilogram dan diameter 32 sentimeter itu ditemukan di samping timbunan artefak perunggu. Permukaannya bertatahkan 50 gram emas, membentuk simbol-simbol yang mewakili matahari atau bulan purnama, bulan sabit, dan setidaknya 32 bintang. Skeptisisme awal menyelimuti keaslian cakram tersebut, dan beberapa pihak mengklaim bahwa cakram tersebut palsu atau jauh lebih baru dari perkiraan. Namun, analisis yang cermat – termasuk perbandingan gaya dengan peralatan kontemporer dan penanggalan karbon dari artefak kayu yang terkait – sebagian besar telah mengkonfirmasi usia dan asal usulnya, meskipun konstruksinya dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu.

Konstruksi dan Evolusi

Nebra Sky Disc tidak diciptakan dalam sekejap. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa itu dirakit setidaknya dalam lima tahap. Pertama, desain inti – matahari/bulan, bulan sabit, dan bintang – diukir pada perunggu. Kemudian ditambahkan busur yang mewakili cakrawala, diikuti dengan simbol berbentuk perahu di sepanjang tepi bawah. Akhirnya, busur kiri dihilangkan sebelum dikuburkan bersama timbunan. Garis waktu pasti penambahan ini masih belum jelas, namun konstruksi bertahap menunjukkan adanya evolusi pemahaman atau penyempurnaan fungsi astronominya.

Signifikansi Astronomi

Fitur yang paling mencolok dari cakram ini adalah penggambaran bintang-bintang, khususnya yang tampak seperti gugus bintang Pleiades, yang juga dikenal sebagai “Seven Sisters”. Busur emas di kedua sisinya diyakini melambangkan cakrawala, dengan kemungkinan tanda titik balik matahari musim panas dan musim dingin. Simbol perahu mungkin menggambarkan kapal mitos yang membawa matahari melintasi langit. Menyelaraskan cakram dengan lanskap di Bukit Mittelberg, tempat ditemukannya, mengungkapkan bahwa busur cakrawala barat berhubungan dengan gunung Brocken, tempat matahari terbenam selama titik balik matahari musim panas. Penyelarasan ini menunjukkan bahwa cakram tersebut berfungsi sebagai alat praktis untuk melacak tanggal astronomi, yang merupakan fungsi penting dalam masyarakat agraris awal.

Misteri Tetap Ada

Meskipun usianya sudah tua dan tanda-tanda astronomisnya sudah jelas, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Identitas orang-orang yang membuat dan menggunakan cakram tersebut masih belum diketahui, sebagian karena penemuannya bukan bagian dari penggalian arkeologi yang terkendali. Para pemburu harta karun yang pertama kali menemukannya menyebabkan beberapa kerusakan, sehingga menyulitkan rekonstruksi yang tepat. Kemungkinan besar cakram itu milik seorang tokoh elit, mungkin seorang kepala suku, mengingat adanya gundukan kuburan berperabotan lengkap pada masa itu. Namun, tanpa penggalian konteks yang tepat, kesimpulan pasti tidak mungkin diperoleh.

Nebra Sky Disc mewakili lebih dari sekedar artefak kuno; ini adalah hubungan nyata dengan keyakinan kosmologis dan pengetahuan praktis Eropa Zaman Perunggu. Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan astronomi yang canggih telah ada jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya, sehingga mendorong mundur sejarah pemikiran ilmiah di Barat.