Badai Musim Dingin yang Bersejarah Mencengkeram Dua Pertiga Wilayah AS

12

Badai musim dingin yang dahsyat melanda sebagian besar Amerika Serikat, dari Texas hingga New England, membawa salju lebat, es berbahaya, dan suhu dingin yang memecahkan rekor. Sistem ini meluas ke wilayah yang mencakup sekitar dua pertiga negara, dengan kota-kota seperti Boston dan Buffalo bersiap menghadapi salju setebal lebih dari 36 inci.

Kondisi Parah dan Gangguan Perjalanan

Wilayah selatan, termasuk Charlotte dan Atlanta, menghadapi ancaman berbeda: hujan yang sangat dingin. Kombinasi salju dan es ini membuat perjalanan menjadi berbahaya, karena jalanan dengan cepat menjadi tidak dapat dilalui. Tingkat keparahan badai telah memicu aksi beli panik (panic-buying) yang meluas, sehingga warga mengosongkan rak-rak toko kelontong untuk mengantisipasi turunnya salju.

Suhu Ekstrim dan Reaksi Media Sosial

Dampak badai ini tidak hanya sekedar hujan salju. Midwest mengalami suhu di bawah nol derajat yang berbahaya. Di Minneapolis, suhu turun hingga -21°F pada hari Jumat, dengan angin dingin turun hingga -45°F. Suhu dinginnya sangat ekstrim sehingga video yang beredar online menunjukkan air dan bahkan pasta yang dimasak membeku di udara.

Sebaliknya, negara bagian seperti Florida mengalami cuaca sedang, dengan suhu di Orlando diperkirakan mencapai 86°F pada akhir pekan ini. Perbedaan yang mencolok ini menyoroti jangkauan geografis badai dan kondisi yang beragam di seluruh AS.

Kekhawatiran Jaringan Listrik Texas

Hujan salju yang tidak biasa di Texas, khususnya di wilayah Dallas-Fort Worth, menarik perhatian. Meskipun sebagian penduduk setempat pada awalnya menikmati salju yang baru, kekhawatiran meningkat mengenai jaringan listrik yang rentan di negara bagian tersebut. Texas memiliki sejarah kegagalan jaringan listrik selama cuaca ekstrem, menyebabkan jutaan orang tanpa aliran listrik di masa lalu.

Kombinasi suhu yang sangat dingin dan permintaan yang tinggi memberikan tekanan yang signifikan pada infrastruktur. Jika jaringan listrik mati, jutaan orang bisa kehilangan pemanas selama salah satu akhir pekan terdingin dalam sejarah.

Badai ini menggarisbawahi meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapan infrastruktur.

Situasinya tetap dinamis, dan informasi terkini akan diberikan seiring perkembangan badai.