Misinformasi Autisme: Bagaimana Politik Mengalihkan Perhatian Dari Kemajuan Nyata

10

Setahun terakhir ini terdapat pola yang lazim namun berbahaya: politisasi autisme, terutama melalui klaim tidak berdasar yang menghubungkan obat-obatan umum seperti parasetamol dengan peningkatan diagnosis. Ketika pemerintahan Trump mempromosikan hubungan yang kurang diteliti ini, hal ini mencerminkan gelombang misinformasi sebelumnya mengenai vaksin dan autisme – keduanya memicu perdebatan sengit.

Ini bukan hanya tentang sains yang tidak akurat; itu adalah gangguan. Dengan menjadikan autisme sebagai topik pembicaraan politik, pemerintah dan media mengalihkan perhatian dari kebutuhan nyata dan upaya berkelanjutan untuk mendukung individu autis.

Meningkatnya angka diagnosis autisme adalah nyata, namun alasannya mungkin lebih beragam dibandingkan penyebab tunggal apa pun. Para ahli menunjuk pada kriteria diagnostik yang lebih luas dan peningkatan akses terhadap pengujian sebagai faktor kunci. Namun, terdapat ketegangan yang lebih dalam: gerakan keanekaragaman saraf, yang memandang autisme sebagai variasi alami dan bukan kelainan yang harus disembuhkan, bertentangan dengan mereka yang menganjurkan untuk memperlakukan kasus-kasus parah sebagai disabilitas yang memerlukan perawatan intensif.

Persoalan utamanya bukanlah apakah jumlah diagnosis meningkat, namun bagaimana masyarakat meresponsnya. Retorika politik berisiko menghambat kemajuan dalam penelitian, pendanaan, dan penerimaan.

Perdebatan ini bukanlah hal yang baru, namun perubahan politik di dalamnya adalah hal yang baru. Kerugian nyata datang dari eksploitasi kondisi ini demi keuntungan partisan alih-alih mengatasi realitas kompleks yang dihadapi oleh orang-orang autis dan keluarga mereka. Informasi yang salah memperkeruh keadaan, menunda solusi yang berarti, dan menghambat dukungan yang tulus.

Pada akhirnya, menjadikan autisme sebagai isu politik hanya akan menghambat kemajuan. Pendekatan yang jelas dan berdasarkan fakta – yang memprioritaskan penelitian, inklusivitas, dan perawatan individual – adalah hal yang layak diterima oleh individu autis, bukan klaim yang sensasional atau retorika yang memecah belah.