21 Ide yang Mendefinisikan Abad 21 Sejauh Ini

14

Apa sebenarnya yang membedakan ide inovatif dengan ide gagal? Hal ini tidak selalu terlihat jelas. Sejarah dipenuhi dengan contoh-contoh konsep yang awalnya tampak sembrono – seperti vaksinasi pertama, yang melibatkan penyuntikan nanah kepada anak berusia delapan tahun – namun pada akhirnya menyelamatkan jutaan nyawa. Kini, seperempat abad ke-21, saatnya untuk mengenali ide-ide yang telah mengubah cara kita hidup, berpikir, dan memahami dunia di sekitar kita.

Mendefinisikan Dampak di Dunia yang Berubah dengan Cepat

Menentukan ide “terbaik” membutuhkan proses yang ketat. Untuk memenuhi syarat, sebuah konsep harus menunjukkan dampak transformatif terhadap pemahaman kita tentang diri kita sendiri, kesehatan kita, atau alam semesta. Hal ini juga perlu berakar pada ide inti, didukung oleh penemuan ilmiah jika memungkinkan, dan dikembangkan dalam 25 tahun terakhir.

Ini tidak mudah. Beberapa dugaan tidak berhasil: gelombang gravitasi, meskipun sudah dikonfirmasi pada abad ke-21, pertama kali diprediksi oleh Einstein satu abad sebelumnya. Teknologi baru seperti obat penurun berat badan dan vaksin mRNA cukup menjanjikan, namun belum membuktikan dampak jangka panjangnya. Ini mungkin muncul di daftar tahun 2050.

Garis Antara Kesuksesan dan Kegagalan

Proses ini juga menyoroti betapa mudahnya ide-ide yang menjanjikan bisa gagal. Selain ide-ide terbaik, daftar ide-ide terburuk juga disusun. Perbedaannya tidak selalu jelas, sebagaimana dibuktikan dengan masuknya ponsel pintar – sebuah perangkat yang banyak orang lebih suka untuk dihilangkan, namun tidak dapat disangkal bersifat transformatif – dan target pemanasan global 1,5°C, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai sebuah kegagalan mengingat rata-rata suhu saat ini melebihi ambang batas tersebut. Meskipun demikian, menetapkan ambisi perubahan iklim yang lebih rendah tetap menjadi salah satu ide terbaik abad ini.

Pahlawan Tak Terduga dan Penemuan Tak Sengaja

Terkadang, kemajuan datang dari tempat yang tidak terduga. Tesla milik Elon Musk, meskipun kemudian menimbulkan kontroversi, memainkan peran penting dalam menggemparkan sistem transportasi dan energi dengan model gigafactory-nya. Sementara itu, beberapa ide yang bertujuan baik – seperti bahan bakar alternatif dan penggantian kerugian karbon – terbukti lebih merugikan daripada membantu.

Banyak terobosan juga terjadi secara kebetulan. Penemuan yang tidak disengaja dengan colokan listrik yang berfungsi pada tahun 2005 menghasilkan strategi dekarbonisasi yang penting, sementara penemuan yang tidak disengaja mengungkapkan koordinasi kompleks di wilayah otak, sehingga merevolusi pemahaman kita tentang neurologi.

Dunia Berubah dalam 25 Tahun

Melihat ke belakang, awal tahun 2000-an terasa seperti era yang jauh. Kami menghindari bug Y2K, menyelesaikan rancangan genom manusia pertama, dan menyambut kru pertama di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Konsep seperti “mikrobioma” hampir tidak ada dalam kosakata kita. Namun, hanya dalam waktu 25 tahun, teknologi seperti komunikasi nirkabel menjadi sangat diperlukan, dan inovasi yang tampaknya kecil – seperti headphone Bluetooth – telah mengubah kehidupan sehari-hari.

Pelajarannya jelas: walaupun prediksi itu menggoda, refleksi lebih berharga. Kemajuan di bidang kesehatan, teknologi, dan paham lingkungan hidup telah membawa kemajuan pada dunia pada abad ini, dan semoga hal tersebut akan terus berlanjut.

Pada akhirnya, ide yang paling berdampak tidak selalu merupakan ide yang kita prediksi, namun ide yang muncul, berkembang, dan mengubah dunia dengan cara yang tidak dapat kita bayangkan.